Islam Kafir Quraish : Kupas Tuntas Agama Kafir Quraisy

Minggu, 23 April 2017

Mengapa Mempertuhankan Batu?

Mengapa Kita Bertuhankan Batu?

Beberapa fakta catatan hadit dan ayat Qur'an kita, ditambah dengan fakta yang terlihat nyata dalam pelaksanaan ritual ibadah haji telah membuktikan, kalau ibadah haji itu adalah ritual original milik agama kaum la'nat kafir Quraish yang sudah lama ada sejak dari nenek moyang mereka.

Mengapa kita wajib berhaji dan wajib berthawaf telanjang layaknya kaum laknat durjana kafir Quraish penyembah batu disudut ka’bah dalam melakukan ritual agama berhalanya dirumah ibadah berhala kepunyaan mereka tersebut?

Mengapa kita tidak berhaji dan wajib berthawaf telanjang saja dirumah ibadah agama budha di lingkungan candi borobudur dijawa tengah, atau kita bersujud menyembah berhala diklenteng?

Mengapa kita wajib melakukan semua ritual agama berhala kepunyaan kaum kuffar Quraish tersebut dirumah ibadah berhala kepunyaan mereka tersebut?

Bukankah kita sudah mengaku-ngaku didalam Quran, bahwa kita berbeda dengan kaum kafir Quraish yang memang adalah para penyembah batu berhala dan juga mempertuhankan batu reflika vagina tersebut?—

Kenyataannya ritual kita dalam Islam 100% adalah ritual agama berhala kepunyaan kaum kafiur Quraish itu sendiri, yang mana mereka kaum kafir Quraish itu adalah memang segolongan manusia laknat penyembah batu reflika vagina disudut ka’bah dari dulu-dulunya?

QS  109. Al Kaafiruun

قُلۡ يٰۤاَيُّهَا الۡكٰفِرُوۡنَۙ‏

Qul yaa ayyuhaa alkaafiruuna

1. Katakanlah: "Hai orang-orang kafir,

لَاۤ اَعۡبُدُ مَا تَعۡبُدُوۡنَۙ‏

Laa a'budu maa ta'buduuna

2. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah

وَلَاۤ اَنۡـتُمۡ عٰبِدُوۡنَ مَاۤ اَعۡبُدُ ۚ‏

Walaa antum 'aabiduuna maa a'budu

3. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.

وَلَاۤ اَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدۡتُّمۡۙ

Walaa anaa 'aabidun maa 'abadtum

4. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,

وَ لَاۤ اَنۡـتُمۡ عٰبِدُوۡنَ مَاۤ اَعۡبُدُ ؕ‏

Walaa antum 'aabiduuna maa a'budu

5. dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.

لَـكُمۡ دِيۡنُكُمۡ وَلِىَ دِيۡنِ

Lakum diinukum waliya diini

6. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku."

0 komentar:

Posting Komentar