Islam Kafir Quraish : Kupas Tuntas Agama Kafir Quraisy

Kamis, 27 April 2017

Kafir Quraish Berhasil Mengislamkan'Muhammad'

Kafir Quraish Berhasil Mengislamkan'Muhammad'

Pengantar--Tulisan ini saya sajikan sebagai jawaban pencerahan terhadap saudara-saudaraku umat islam yang masih sedemikian betahnya untuk menyatakan peristiwa sejarah dongeng-dongeng Arab alias doktrin sejarah dari Arab seolah-olah adalah benar benar sebuah peristiwa yang pernah terjadi didalam dunia nyata. Adapun sejarah dongeng-dongeng Arab yang dieksplorasi menjadi lebih hebat dari keadaan sebenarnya itu adalah berkaitan dengan sosok yang sering digelari"Muhammad' dan yang kemudian dijadikan sebagai nabi didalam ajaran Islam.

Saudara-saudaraku umat Islam sering sedemikian bangganya mengeksplorasi sejarah dongeng Arab tersebut dengan mengatakan kalau sosok yang bergelar"Muhammad' dan dianggap nabi dalam islam itu sebagai sosok yang telah berhasil mengislamkan jazirah Arab. Atau yang lebih sering lagi diklaim kalau sosok yang digelari"Muhammad" dalam internal islam itu adalah sosok yang paling berpengaruh dalam kehidupan masyarakat Arab jahillya khususnya dan pada diri setiap umat islam pada umumnya. Meskipun klaim soal keberpengaruhan sosok"Muhammad' 'itu tidak pernah berujung pangkal pada penjelasan keadaan berpengaruhnya soal apa.

Apakah maksudnya sosok bergelar"Muhammad' itu berpengaruh menjadikan umat Islam menjadi lebih manusiawi dan bermoral dalam situasi kehidupan sekitarnya atau justru sosok itu paling berpengaruh dalam menjadikan umat sebagai Teroris. Dan dalam kenyataannya sampai saat ini, sosok itu adalah memang benar-benar sosok paling berpengaruh dalam menjadikan manusia pemeluk Islam menjadi manusia yang a-moral dan menjadi teroris.

Berkaitan dengan ekplorasi cerita umat islam terhadap sosok yang digelari"Muhammad' dan diklaim berpengaruh dalam merubah kehidupan masyarakat Arab Jahilya karena"Islam"yang dibawanya, pada dasarnya semua cerita itu hanyalah cerita-cerita dongeng semata dan menjadi cerita pembalikan fakta yang sebenarnya.

Yang benar adalah, justru kaum kafir Quraish-lah yang mensetting cerita bersama Turki untuk menciptakan sosok fiktif bergelar"Muhammad' dan mereka sangat amat berhasil mengislamkan sosok yang digelari"Muhammad" tersebut. Jadi sosok fiktif bergelar "Muhammad' ini yang berhasil diislamkan secara sempurna oleh kaum kafir Quraish tersebut. Bukan malah sebaliknya.

Sehingga sesungguhnya Islam itu adalah nama agama berhala kepunyaan kaum kafir Quraih itu sendiri. Lihat bukti ritual ibadah umat islam yang 100% adalah ritual ibadah Arab jahillya, ritual ibadah kaum kafir Quraish itu sendiri. Berhaji dan berthawaf telanjang dan bersa'i antara safa dan marwa. Satu unsur saja adanya bukti ritual ibadah berhala kaum kafir Quraish didalam ajaran Islam, maka itu sudah cukup menjadi bukti kuat bahwa Islam memang adalah original agama kaum kafir Quraish penyembah berhala itu sendiri. Dan endingnnya dapat anda buktikan dalam kewajiban umat islam beribadah haji dirumah Ibadah berhala kepunyaan kaum kafir Quraish di Ka'bah. Makanya umat Islam tidak mau beribadah haji ke Candi Borobudur dan tidak mau berthawaf telanjang di klenteng milik umat konghucu.

Uraian--Dengan tidak bermaksud untuk merendahkan siapapun melalui tulisan ini, saya ingin memberitahukan kebenaran hakiki soal satu sosok fiktif yang sering digelari"Muhammad' dan kemudian diposisikan seolah-olah adalah seorang nabi yang ada kaitannya dengan TUHAN. Bahwa siapapun manusianya, baik dari umat kristen maupun dari umat islam, pada dasarnya sudah terpedaya mengikuti skenario dongeng kaum kafir Quraish dan negara Turki tersebut. Negara Turki dalam missi politiknya di timur tengah saling memanfaatkan dengan sekelompok kaum kafir Quraish penyembah berhala dari Arab. Makanya peristiwa-peristiwa sejarah didunia nyata yang justru dilakoni oleh negara Turki sering disulap menjadi seolah-olah pelaku sejarahnya adalah sosok-sosok fiktif yang diklaim dari Arab. Padahal tidak sesuai dengan masa tahun dan periodiknya., alias bertentangan dengan periodik sejarah dunia nyata.

Menyakitkan memang bila kenyataan ini benar-benar sudah disadari banyak orang sebagaimana saya sendiri sudah menyadarinya lewat penelitian sejarah yang berlandaskan pada logika. Tidak ada kebenaran sejarah apapun dalam sebuah sejarah, bila penulisannya disandarkan pada dongeng-dongeng. Sebab sebuah sejarah negara itu akan berpijak pada logika dunia nyata. Sejarah sebuah negara atau sejarah sebuah daerah itu membutuhkan kesamaan data dengan negara-negara terdekatnya. Karena daerah terdekatnya juga bukan seonggok batu yang tidak bisa memantau suatu peristiwa yang terjadi didaerah sekitarnya dan kemudian mencatatkannya dalam sejarah negerinya.

Contoh sebuah sejarah dongeng : Apabila misalnya Malayisa mengklaim dan membuat sejarah dongeng tentang Indonesia dengan mengatakan kalau Presiden RI pertama bernama Zakurnet, pada tahun 1200 masehi adalah Presiden yang pernah memerintahkan pasukan TNI menyerang dan menjajah Thailand.

Coba anda analisa klaim sejarah dongeng buatan Malaysia tentang Indonesia tersebut. Sudahlah nama Presiden RI pertama tidak ada yang bernama Zakurnet, Negara Indonesia pun belum ada pada Tahun 1200 Masehi. Bahkan angkatan bersenjata Indonesia bernama TNI pada saat tahun 1.200 masehi itupun belum ada, boro-boro mau menyerang dan menjajah Thailand pada kisaran tahun 1200 masehi?--Bukankah data sejarah buatan Malaysia seperti ini adalah bukti data sebuah sejarah dongeng yang tidak pernah ada dalam dunia nyata di Indonesia?.

Jadi jelas saja kita sebagai sebuah negara merdeka yang berdekatan dengan Malaysia dapat menunjukkan bukti perbedaan data sejarah antara sejarah dongeng buatan Malysia tersebut dengan data sejarah dunia nyata milik Indonesia.

Jadi dengan cara seperti negara Malaysia menciptakan sejarah dongeng tentang Indonesia sedemikian itulah cara Arab bersama Turki menciptakan sejarah-sejarah dongeng tentang Islam dan sosok-sosok dongeng dalam Quran dan haditnya. Semoga anda cepat sadar dan mulai belajar memahami dan berani menganlisa dan mengkritisi kebenaran Islam dari data sejarah-sejarah dongeng buatannya.

ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻜﻢ  As salāmu `alaykum

0 komentar:

Posting Komentar