Makna Kata"Allah Swt".
ALLAH artinya"Yang disujudti" atau "Yang disembah" atau suatu sosok yang disujudti/disembah
Sosok oknum yang disujudti, Oknum ROH Kudus yang disembah/disujudti, Zat Benda yang disembah/disujudti, sesosok IBLIS yang disembah/disujudti, sesosok JIN yang disembah/disujudti, Sesosok manusia yang disembah/disujudti, Seekor binatang yang disembah/disujudti.--Jadi -----:
"ROH KUDUS" adalah--"Allah Yang Benar " --bagi semua makhluk yang hidup.
"BATU" --adalah--"Allah Batu" --bagi para penyembah sebongkah Batu.
"Seonggok Tai SAPI" adalah--"Allah Tai Sapi" --bagi para penyembah Tai Sapi
"Jin-SYAITAN"--adalah--"Allah Jin-Syaitan" --bagi para penyembah Jin-Syaitan.
"Seekor TIKUS"--adalah--"Allah Tikus" --bagi para penyembah seekor Tikus.
"Seekor KADAL"--adalah--"Allah Kadal" --bagi para penyembah seekor Kadal.
"Seekor KAMBING"--adalah--"Allah Kambing" --bagi para penyembah seekor Kambing.
Jadi apapun sosok atau benda yang disujudti atau disembah oleh manusia tersebut, maka yang disujudtinya atau yang disembahnya itulah yang menjadi “Allah” bagi dirinya dan kelompoknya!
Frasa “Allah“ adalah sebuah kata yang bersifat Netral dan Universal yang bisa dilekatkan kepada Oknum/Wujud sesujudtan atau sesembahan apa saja!.--Intinya, asal apa saja disujudti/sembah oleh pihak penyembahnya, maka jadilah yang disujudtinya/sembahnya tersebut menjadi"Allah" bagi dirinya dan kelompoknya.
Kitab Keluaran 20
20:2 Akulah TUHAN (Penguasa Sejati), "Allahmu=Sesembahanmu", yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan.
20:3 Jangan ada padamu "Allah lain=Sesembahan Lain" di hadapan-Ku.
Kitab Yeremia 10
10:10 Tetapi TUHAN adalah "ALLAH yang benar", Dialah Allah yang hidup dan RAJA yang kekal.
10:11 Beginilah harus kamu katakan kepada mereka: "Para Allah" yang tidak menjadikan langit dan bumi akan lenyap dari bumi dan dari kolong langit ini."
Kitab Hakim Hakim 10
10:6. Orang Israel itu melakukan pula apa yang jahat di mata…TUHAN..; mereka beribadah kepada PARA Baal dan PARA Asytoret, kepada Para Allah orang Aram, Para Allah orang Sidon, Para Allah orang Moab, Para Allah bani Amon dan Para Allah orang Filistin, tetapi"TUHAN" ditinggalkan mereka dan kepada Dia mereka tidak beribadah.
Makna dasar kata"ALLAH“ Secara Etimology
Kata ”ALLAH” berasal dari kata: إلــه (i-la-h),
Dalam Qs. Alfatihah ayat 2 kata ( اللَّهِ ) dibaca : “Illahi” namun diterjemahkan menjadi kata"Allah" kedalam bahasa indonesia.
ILAH artinya: yang disujudti/disembah/Objek yang disujudti /disembah.
Kalau kata ”إلــه” (i-la-h) ditambahkan huruf alif dan lam ال (al),
Maka huruf hamzah إ (i) dibuang untuk mempermudah pengucapan.
Dari sini kata ”إلــه” (i-la-h) pun menjadi ”اللــه” (Allah). إله
Sehingga makna kata “ILAH“ adalah sama artinya dengan Kata “ALLAH“
Hamzah Washal berupa Hamzah secara pengucapan dan berupa Alif secara tulisan seperti " AL" didalam kata “AL- ILAH”."Alif Aal" didalam kata "AL-ILAH "diucapkan hanya ketika menjadi permulaan saja. Namun bisa gugur ketika berada pada tengah-tengah penuturan kalimat, sekiranya sebelum Alif tersebut didahului oleh satu huruf atau satu kalimah.Hamzah Washal adalah Hamzah zaidah yang berfungsi sebagai perantara atau penyambung kepada pengucapan huruf mati atau sukun yang berada setelahnya. Hamzah Washal terdapat pada kalimah fi’il, kalimah isim maupun kalimah huruf.Hamzah washal terkadang harus di baca kasro, dhomah ataupun fathah tergantung pada sebab – sebab.
Jadi kata"Allah" hanyalah bunyi pengucapan singkat dari akar kata"Al-Ilah".Arti frasa “Allah” tidak otomatis akan merujuk kepada sosok diri TUHAN pencipta langit dan bumi.Sebab sebagaimana makna dasar kata "Al-Ilah" dalam penguraian diatas, maknanya hanyalah sekedar "Sesuatu Yang Disujudti atau atau Sesuatu Yang disembah".
Makna Kata ”S.W.T"
Rangkaian huruf "S.W.T” adalah singkatan dari dua uraian sebuah sifat dalam bahasa arab, yaitu:..."Subhanahu wa Ta’ala.”.Rincian maknanya adalah:
S = Subhan, (سبحان ) artinya: Yang Mahasuci
w = wa, artinya: 'dan'
T = Ta’ala,( تعالى) artinya: Yang Mahatinggi, Mahamulia.
Dari uraian tersebut dapat kita simpulkan bahwa makna kalimat rangkaian huruf ”S W T” adalah:“ Yang Mahasuci dan Mahatinggi “.
Kalau kata “ALLAH “ dan “SWT “ digabung menjadi satu rangkaian kata “ALLAH SWT”.Maka rangkaian kata tersebut akan menghasilkan makna kalimat dalam bahasa Indonesia yang berbunyi :
“Sesembahan Maha Suci dan Maha Tinggi”.Kalimat “Sesembahan Maha Tinggi dan Maha Suci ini“ seharusnya hanya boleh diucapkan oleh manusia yang masih waras kepada TUHAN Pencipta Semesta Alam yaitu TUHAN YESUS.
Namun pada kenyataannya, kalimat “Sesembahan Maha Tinggi dan Maha Suci alias "ALLAH SWT" ini juga diucapkan oleh para penyembah "Sesosok JIN-SYAITAN" kepada sesembahan mereka tersebut.Kalimat “Sesembahan Maha Tinggi dan Maha Suci alias "ALLAH SWT" ini juga diucapkan oleh para penyembah "Sebongkah BATU" kepada sesembahan mereka tersebut.Kalimat “Sesembahan Maha Tinggi dan Maha Suci alias "ALLAH SWT" ini juga diucapkan oleh para penyembah "Seonggok TAI SAPI" kepada sesembahan mereka tersebut.
Meskipun klaim dan pengakuan Bodoh para penyembah sesosok JIN-SYAITAN, dan juga pengakuan Bodoh para penyembah sebongkah BATU, serta pengakuan Bodoh para penyembah seonggok TAI SAPI tersebut akan membuat kita tertawa terpingkal-pingkal.
Jelas
dan sudah pasti, tidak akan mungkin para penyembah "Sesosok
Jin-Syaitan" akan mengatakan kalau"Jin-Syaitan" yang disembahnya adalah
sesujudtan atau sesembahan maha kotor dan maha rendah.Tidak akan mungkin
pula para penyembah"Sebongkah BATU" tersebut akan mengatakan kalau BATU
yang disujudtinya atau yang disembahnya adalah sesujudtan atau
sesembahan maha kotor dan maha rendah".Tidak akan mungkin pula para
penyembah"Seonggok TAI SAPI" tersebut akan mengatakan kalau seonggok Tai
SAPI yang disembahnya adalah sesujudtan atau sesembahan maha kotor dan
maha rendah.Pastilah semua pihak akan memuji-muji sendiri sesuatu yang
disujudtinya atau sesembahannya tersebut sebagai sosok yang dianggap
Maha Suci Dan Maha Tinggi” alias "Allah swt".--Sehingga ternyata...
* Sesosok JIN-SYAITAN adalah"Allah swt" bagi para penyembah JIN-SYAITAN.
* Sebongkah BATU sekalipun adalah"Allah swt " bagi para penyembah BATU
* Seonggok Tai SAPI sekalipun adalah "Allah swt" bagi para penyembah TAI SAPI.
Jadi
terbukti secara fakta kalau kalimat“Allah swt” maknanya sama sekali
tidak otomatis akan merujuk kepada sosok pribadi TUHAN yang menciptakan
langit dan bumi.
Kesimpulannya :
1.Huruf “Allah S.W.T “ hanyalah sekumpulan huruf yang sering diucapkan para penyembah sesuatu yang bermaksud untuk mengagungkan agungkan sendiri sosok yang disujudtinya/sesembahannya.
2.Huruf “Allah S.W.T “ 100 % bukanlah artinya TUHAN pencipta langit dan bumi.
3.Huruf “Allah S.W.T “ hanyalah sebuah"Kalimat Doktrin Internal" pengajaran buatan manusia itu sendiri didalam kelompoknya, untuk tujuan meninggikan dan meng-agungkan sendiri sosok yang disujudtinya atau yang disembahnya.
(Artikel ini ORIGINAL ditulis oleh Founder's Group Facebook "YESUS ALLAH SEJATI"-- By : Deny Prima - Founder YAS-PA)

![Quran Surat No 2(Al Baqarah)ayat 191:--Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu(Mekah); dan fitnah[117] itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir.](https://s20.postimg.org/hhriihi0d/SL3.jpg)


![Quran Surat No 4(An Nisaa)ayat 89:--Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, Maka jika mereka BERPALING.[330], tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka menjadi pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong,](https://s20.postimg.org/6cgi38z8t/SL26.jpg)
![Quran Surat No 8(Al Anfaal)ayat 12:--Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka[599].](https://s20.postimg.org/zbn0js12l/SL6.jpg)
![Quran Surat No 9(At Taubah)ayat 5:--Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu[630], maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian.](https://s20.postimg.org/vjcovj0bx/SL15.jpg)

![Quran Surat No 9(At Taubah)ayat 29:--Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah[638] dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.](https://s20.postimg.org/j36saas8d/SL8.jpg)

![Quran Surat No.48.(Al Fath)ayat 20:--Allah menjanjikan kepada kamu harta RAMPOKAN yang banyak yang dapat kamu ambil, maka disegerakan-Nya harta RAMPOKAN ini untukmu[1401] dan Dia menahan tangan manusia dari (membinasakan)mu (agar kamu mensyukuri-Nya) dan agar hal itu menjadi bukti bagi orang-orang mukmin dan agar Dia menunjuki kamu kepada jalan yang lurus.](https://s20.postimg.org/c7mjr6xrh/SL4.jpg)
![Quran Surat No.48.(Al Fath)ayat 21:--Dan (telah menjanjikan pula kemenangan-kemenangan) yang lain (atas negeri-negeri) yang kamu belum dapat menguasainya yang sungguh Allah telah menentukan-Nya[1402]. Dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.](https://s20.postimg.org/bsb9y6bu5/SL2.jpg)
![Quran Surat No.48.(Al Fath)ayat)ayat 23:--Sebagai suatu sunnatullah[1403] yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu.](https://s20.postimg.org/itd1w6hrh/SL16.jpg)

![Quran Surat No 4(An Nisaa)ayat 3:--Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil[265], maka (kawinilah) seorang saja[266], atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.](https://s20.postimg.org/mjcop2tm5/SL21.jpg)
![Quran Surat No 4(An Nisaa)ayat 20:--Dan jika kamu ingin mengganti isterimu dengan isteri yang lain [280], sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, maka janganlah kamu mengambil kembali dari padanya barang sedikitpun. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata ?](https://s20.postimg.org/w6g6ysmlp/SL23.jpg)

![Quran Surat No 72(Al Jin)ayat 9:--Dan sesungguhnya kami(PARA JIN )dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang[1524] barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya).](https://s20.postimg.org/3n7058rql/SL18.jpg)



![Quran Surat No 66(At Tahrim)ayat 2:--Sesungguhnya Allah telah MEWAJIBKAN kepadamu sekalian MEMBEBASKAN diri dari SUMPAHMU[1486] dan Allah adalah Pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.](https://s20.postimg.org/he2afz1wt/SL10.jpg)






Oh gitu
BalasHapus