Islam Kafir Quraish : Kupas Tuntas Agama Kafir Quraisy

Kamis, 08 September 2016

Makna Kata"Allah Swt".

Makna Kata"Allah Swt"


ALLAH artinya"Yang disujudti" atau "Yang disembah" atau suatu sosok yang disujudti/disembah

Sosok oknum yang disujudti, Oknum ROH Kudus yang disembah/disujudti, Zat Benda yang disembah/disujudti, sesosok IBLIS yang disembah/disujudti, sesosok JIN yang disembah/disujudti, Sesosok manusia yang disembah/disujudti, Seekor binatang yang disembah/disujudti.--Jadi -----:

"ROH KUDUS" adalah--"Allah Yang Benar " --bagi semua makhluk yang hidup.
"BATU" --adalah--"Allah Batu" --bagi para penyembah sebongkah Batu.
"Seonggok Tai SAPI" adalah--"Allah Tai Sapi" --bagi para penyembah Tai Sapi
"Jin-SYAITAN"--adalah--"Allah Jin-Syaitan" --bagi para penyembah Jin-Syaitan.
"Seekor TIKUS"--adalah--"Allah Tikus" --bagi para penyembah seekor Tikus.
"Seekor KADAL"--adalah--"Allah Kadal" --bagi para penyembah seekor Kadal.
"Seekor KAMBING"--adalah--"Allah Kambing" --bagi para penyembah seekor Kambing.

Jadi apapun sosok atau benda yang disujudti atau disembah oleh manusia tersebut, maka yang disujudtinya atau yang disembahnya itulah yang menjadi “Allah” bagi dirinya dan kelompoknya!

Frasa “Allah“ adalah sebuah kata yang bersifat Netral dan Universal yang bisa dilekatkan kepada Oknum/Wujud sesujudtan atau sesembahan apa saja!.--Intinya, asal apa saja disujudti/sembah oleh pihak penyembahnya, maka jadilah yang disujudtinya/sembahnya tersebut menjadi"Allah" bagi dirinya dan kelompoknya.

Kitab Keluaran 20

20:2 Akulah TUHAN (Penguasa Sejati), "Allahmu=Sesembahanmu", yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan.
20:3 Jangan ada padamu "Allah lain=Sesembahan Lain" di hadapan-Ku.

Kitab Yeremia 10

10:10 Tetapi TUHAN adalah "ALLAH yang benar", Dialah Allah yang hidup dan RAJA yang kekal.
10:11 Beginilah harus kamu katakan kepada mereka: "Para Allah" yang tidak menjadikan langit dan bumi akan lenyap dari bumi dan dari kolong langit ini."

Kitab Hakim Hakim 10

10:6. Orang Israel itu melakukan pula apa yang jahat di mata…TUHAN..; mereka beribadah kepada PARA Baal dan PARA Asytoret, kepada Para Allah orang Aram, Para Allah orang Sidon, Para Allah orang Moab, Para Allah bani Amon dan Para Allah orang Filistin, tetapi"TUHAN" ditinggalkan mereka dan kepada Dia mereka tidak beribadah.

Makna dasar kata"ALLAH“ Secara Etimology

Kata ”ALLAH” berasal dari kata: إلــه (i-la-h),

Dalam Qs. Alfatihah ayat 2 kata ( اللَّهِ ) dibaca : “Illahi” namun diterjemahkan menjadi kata"Allah" kedalam bahasa indonesia.

ILAH artinya: yang disujudti/disembah/Objek yang disujudti /disembah.

Kalau kata ”إلــه” (i-la-h) ditambahkan huruf alif dan lam ال (al),

Maka huruf hamzah إ (i) dibuang untuk mempermudah pengucapan.

Dari sini kata ”إلــه” (i-la-h) pun menjadi ”اللــه” (Allah). إله

Sehingga makna kata “ILAH“ adalah sama artinya dengan Kata “ALLAH

Hamzah Washal berupa Hamzah secara pengucapan dan berupa Alif secara tulisan seperti " AL" didalam kata “AL- ILAH”."Alif Aal" didalam kata "AL-ILAH "diucapkan hanya ketika menjadi permulaan saja. Namun bisa gugur ketika berada pada tengah-tengah penuturan kalimat, sekiranya sebelum Alif tersebut didahului oleh satu huruf atau satu kalimah.Hamzah Washal adalah Hamzah zaidah yang berfungsi sebagai perantara atau penyambung kepada pengucapan huruf mati atau sukun yang berada setelahnya. Hamzah Washal terdapat pada kalimah fi’il, kalimah isim maupun kalimah huruf.Hamzah washal terkadang harus di baca kasro, dhomah ataupun fathah tergantung pada sebab – sebab.

Jadi kata"Allah" hanyalah bunyi pengucapan singkat dari akar kata"Al-Ilah".Arti frasa “Allah” tidak otomatis akan merujuk kepada sosok diri TUHAN pencipta langit dan bumi.Sebab sebagaimana makna dasar kata "Al-Ilah" dalam penguraian diatas, maknanya hanyalah sekedar "Sesuatu Yang Disujudti atau atau Sesuatu Yang disembah".

Makna Kata ”S.W.T"

Rangkaian huruf "S.W.T” adalah singkatan dari dua uraian sebuah sifat dalam bahasa arab, yaitu:..."Subhanahu wa Ta’ala.”.Rincian maknanya adalah:

S = Subhan, (سبحان ) artinya: Yang Mahasuci
w = wa, artinya: 'dan'
T = Ta’ala,( تعالى)  artinya: Yang Mahatinggi, Mahamulia.

Dari uraian tersebut dapat kita simpulkan bahwa makna kalimat rangkaian huruf ”S W T” adalah:“ Yang Mahasuci dan Mahatinggi “.

Kalau kata “ALLAH “ dan SWT digabung menjadi satu rangkaian kata “ALLAH SWT”.Maka rangkaian kata tersebut akan menghasilkan makna kalimat dalam bahasa Indonesia yang berbunyi :
“Sesembahan Maha Suci dan Maha Tinggi”.Kalimat Sesembahan Maha Tinggi dan Maha Suci ini seharusnya hanya boleh diucapkan oleh manusia yang masih waras kepada TUHAN Pencipta Semesta Alam yaitu TUHAN YESUS.

Namun pada kenyataannya, kalimat Sesembahan Maha Tinggi dan Maha Suci alias "ALLAH SWT" ini juga diucapkan oleh para penyembah "Sesosok JIN-SYAITAN" kepada sesembahan mereka tersebut.Kalimat Sesembahan Maha Tinggi dan Maha Suci alias "ALLAH SWT" ini juga diucapkan oleh para penyembah "Sebongkah BATU" kepada sesembahan mereka tersebut.Kalimat Sesembahan Maha Tinggi dan Maha Suci alias "ALLAH SWT" ini juga diucapkan oleh para penyembah "Seonggok TAI SAPI" kepada sesembahan mereka tersebut.

Meskipun klaim dan pengakuan Bodoh para penyembah sesosok JIN-SYAITAN, dan juga pengakuan Bodoh para penyembah sebongkah BATU, serta pengakuan Bodoh para penyembah seonggok TAI SAPI tersebut akan membuat kita tertawa terpingkal-pingkal.

Jelas dan sudah pasti, tidak akan mungkin para penyembah "Sesosok Jin-Syaitan" akan mengatakan kalau"Jin-Syaitan" yang disembahnya adalah sesujudtan atau sesembahan maha kotor dan maha rendah.Tidak akan mungkin pula para penyembah"Sebongkah BATU" tersebut akan mengatakan kalau BATU yang disujudtinya atau yang disembahnya adalah sesujudtan atau sesembahan maha kotor dan maha rendah".Tidak akan mungkin pula para penyembah"Seonggok TAI SAPI" tersebut akan mengatakan kalau seonggok Tai SAPI yang disembahnya adalah sesujudtan atau sesembahan maha kotor dan maha rendah.Pastilah semua pihak akan memuji-muji sendiri sesuatu yang disujudtinya atau sesembahannya tersebut sebagai sosok yang dianggap Maha Suci Dan Maha Tinggi” alias "Allah swt".--Sehingga ternyata...

* Sesosok JIN-SYAITAN adalah"Allah swt" bagi para penyembah JIN-SYAITAN.

* Sebongkah BATU sekalipun adalah"Allah swt " bagi para penyembah BATU

* Seonggok Tai SAPI sekalipun adalah "Allah swt" bagi para penyembah TAI SAPI.

Jadi terbukti secara fakta kalau kalimat“Allah swt” maknanya sama sekali tidak otomatis akan merujuk kepada sosok pribadi TUHAN yang menciptakan langit dan bumi.

Kesimpulannya :

1.Huruf “Allah S.W.T “ hanyalah sekumpulan huruf yang sering diucapkan para penyembah sesuatu yang bermaksud untuk mengagungkan agungkan sendiri sosok yang disujudtinya/sesembahannya.

2.Huruf “Allah S.W.T “ 100 % bukanlah artinya TUHAN pencipta langit dan bumi.

3.Huruf “Allah S.W.T “ hanyalah sebuah"Kalimat Doktrin Internal" pengajaran buatan manusia itu sendiri didalam kelompoknya, untuk tujuan meninggikan dan meng-agungkan sendiri sosok yang disujudtinya atau yang disembahnya.

(Artikel ini ORIGINAL ditulis oleh Founder's Group Facebook "YESUS ALLAH SEJATI"-- By : Deny Prima - Founder YAS-PA)
1
Komentar Facebook
Komentar Blogger

1 komentar: